Para Pasien Covid-19 Tulungagung Ikuti Salat Idul Adha di Rusunawa UIN

Para Pasien Covid-19 Tulungagung Ikuti Salat Idul Adha di Rusunawa UIN

Para Pasien Covid-19 Tulungagung Ikuti Salat Idul Adha di Rusunawa UIN

Berita terkini puluhan pasien COVID-19 yang tengah menjalani karantina di Rusunawa UIN SATU, ikuti pelaksanaan salat Idul Adha. Di lansir dari laman stgeorgesyria.org, dengan khusyuk para pasien COVID-19 mejalankan ibadah yang di gelar di halaman Rusunawa tersebut. Susana haru benar-benar mulai terasa ketika khatib mulai berkhotbah dan melakukan doa bersama. Di kutip dari laman idn poker android, dalam salat id kali ini para pasien juga mendoakan supaya pandemik yang tengah terjadi saat ini bisa segera berakhir, Dan juga kehidupan setelah ini bisa berlangsung normal kembali seperti biasanya.

1. Di ikuti 40 pasien yang sedang di karantina

Hendrik Nur Bastian, salah seorang relawan Tagana menerangkan kesibukan salat id ini udah di gelar sejak pandemik tahun lalu. Oleh sebab itu, Tim Tagana membantu untuk mempersiapkan segala kepentingan pelaksanaan shalat id. Imam dan khotib juga termasuk salah satu dari pasien yang menjalani karantina di Rusunawa tersebut. Dari 89 pasien, terhitung ada 40 orang yang ikuti salat idul adha ini.

“Pelaksanaan salat idul adha juga tetap memperhatikan prokes, pasien tetap berjarak satu sama lain,” ujarnya, Selasa (20/7/2021).

2. Suasana haru sangat terasa saat berdoa

Dalam khutbahnya, khatib juga menyinggung perihal keadaan pandemik yang terjadi saat ini. Tak sedikit pasien yang ikuti salat id ini menangis selagi mendengar khutbah. Oleh sebab itu, suasana haru semakin terasa selagi mereka berdoa. Mereka mendoakan agar keadaan kesehatan segera membaik dan keadaan pandemik lekas berakhir. Pelaksanaan salat id ini di tutup bersama acara makan bersama. “Ini menjadi formalitas usai salat id di Rusunawa,” imbuhnya.

3. Bentuk layanan dukungan psyco sosial ke pasien

Pelaksanaan salat id ini terhitung bentuk pelayanan perlindungan psycososial ke penghuni Rusunawa tersebut. Tim Tagana memfasilitasi segala keperluan pasien COVID-19, yang menekuni karantina. Dengan pelaksanaak ibadah ini, di kehendaki dapat kurangi rasa sedih pasien di karenakan tidak dapat berkumpul bersama keluarganya. “Ini merupakan bentuk perlindungan kami dan di kehendaki dapat menambah energi imunitas pasien agar dapat sembuh,” pungkasnya.