Manakah Cerminan Dirimu, Percaya Diri Atau Kepedan? Yuk, Di Simak!

Manakah Cerminan Dirimu, Percaya Diri Atau Kepedan? Yuk, Di Simak!

Manakah Cerminan Dirimu, Percaya Diri Atau Kepedan? Yuk, Di Simak!

Seperti yang kita tahu, manusia itu banyak sekali ragam prilakunya. Mulai dari yang sempurna, baik, cukup baik, bahkan buruk sekalipun. Tetapi tetap saja kita tidak bisa menilainya hanya dari satu perkara saja. Sebab salah pengertian juga bisa berakibat fatal.

Seperti halnya kita menafsirkan sikap seseorang, apakah ia percaya diri, atau justru kepedean? Kamu pun pasti tahu mana yang lebih baik di antara keduanya. Di lansir dari laman stgeorgesyria.org, yuk simak lima perbedaan percaya diri dan kepedean yang berikut ini!

1. Percaya diri itu tidak berlebihan

Di kutip dari laman IDN Poker77, seperti yang sudah di ketahui oleh banyak orang rasa percaya diri dalam diri kita muncul karena keyakinan kita terhadap kemampuan yang kita miliki. Sedangkan kepedean muncul karena emosional yang ada dalam diri kita masing-masing. Karena emosional kita yang memantik rasa kepedean, maka wajar jika kepedean kita di hadapan orang lain terkesan lebih ke arah berlebihan.

Kepedean membuat seseorang melebih-lebihkan apa yang ia banggakan. Contohnya seperti promosi jabatan baru, seseorang yang percaya diri tentu akan tersenyum yakin dengan dirinya. Tetapi, seseorang yang ‘kepedean’ akan berkoar-koar tentang keyakinannya.

2. Percaya diri itu bukan sok tahu

Percaya diri sangat berbeda dengan kepedean. Karena orang yang percaya diri selalu memiliki landasan ilmu yang jelas. Sedangkan, orang yang kepedean? Ketika di hadapkan segala sesuatu yang mendesak, rasa percaya diri tentu akan membantu kita menyelesaikan masalah tersebut dengan perhitungan yang matang.

Sebaliknya, jika kepedean saat menghadapi masalah yang sebegitu mendesak, kemungkinan besar kita akan sembrono dalam mengambil keputusan.

3. Kepedean itu bagai bumerang

Kepedean itu seperti bumerang, yang apabila di lempar justru akan terbang kembali kepada si pelempar. Jika kita tidak berhati-hati, maka bisa saja kita akan terluka ketika senjata itu bertolak kembali! Mengapa kepedean di analogikan sebagai bumerang?

Alasannya karena kepedean bisa membuat orang lain mempelajari celah buruk diri kita di mata orang lain. Akibat terlalu nafsu untuk berbicara atau berlagak di depan orang dengan semangatnya, akan ada kemungkinan di mana orang lain mengetahui bahwa kita tidak seperti apa yang kita katakan.