Kamu Perlu Tahu Berikut Ini Fakta seputar Kanker Payudara Inflamasi

Kamu Perlu Tahu Berikut Ini Fakta seputar Kanker Payudara Inflamasi

Kamu Perlu Tahu Berikut Ini Fakta seputar Kanker Payudara Inflamasi

Kamu Perlu Tahu Berikut Ini Fakta seputar Kanker Payudara Inflamasi – Kanker payudara inflamasi atau inflammatory breast cancer (IBC) adalah tipe kanker payudara langka dan agresif, yang memicu payudara yang terkena menjadi merah, bengkak, dan terkandung nyeri tekan. Penyakit ini berlangsung waktu sel-sel kanker menyumbat pembuluh limfatik di kulit yang menutupi payudara, agar memicu penampilan payudara yang merah dan bengkak.

Di lasnir dari laman stgeorgesyria.org, kanker payudara inflamasi adalah bentuk kanker agresif yang menyebar dengan cepat. Ini di karenakan keterlibatan sistem limfatik dan sel-sel kanker sudah menyerang pembuluh getah bening pada waktu di diagnosis, agar sudah pada stadium yang lebih lanjut (atau tingkat penyebaran) saat di temukan.

Selain itu, di kutip dari laman idn poker android, kanker payudara inflamasi berbeda dengan bentuk kanker payudara lainnya, di karenakan kerap kali tidak menimbulkan benjolan atau massa. Ini sanggup bermakna bahwa isyarat kanker ini barangkali tidak nampak pada tehnik skrining kanker payudara pada biasanya seperti mamografi, agar lebih sukar untuk di diagnosis.

Dalam biasanya kasus, sel kanker menyebar (metastasis) dari pembuluh getah bening. Saat kanker bermetastasis, itu memengaruhi kulit dan organ lain dan menjadi lebih sukar di obati. Menurut info dari American Cancer Society (ACS), IBC menyumbang 1-5 persen dari seluruh kasus kanker payudara.

1. Apa penyebabnya?

Penyebab dan juga faktor risiko kanker payudara inflamasi sama dengan kanker payudara terhadap umumnya. Mutasi genetik spesifik dan riwayat keluarga merupakan dua faktor risiko yang diketahui. Selain itu, kanker payudara inflamasi condong lebih sering pengaruhi perempuan dengan suasana tertentu.

Di lansir MedicineNet, kanker payudara inflamasi umumnya di temukan terhadap perempuan usia lebih muda daripada umumnya kanker payudara lainnya. Usia umumnya untuk diagnosisnya adalah 57 tahun, di bandingkan 62 tahun untuk semua kanker payudara.

Selain itu, kanker payudara inflamasi lebih sering terjadi terhadap perempuan ras Afrika-Amerika di bandingkan ras Kaukasia, dan diagnosis terhadap usia umumnya lebih awal.

Selain itu, kanker langka ini juga lebih sering menyerang perempuan yang kelebihan berat badan di banding perempuan dengan berat badan normal.

2. Apa saja tanda dan gejalanya?

Di lansir Cleveland Clinic, gejala kanker payudara inflamasi biasanya hanya memerlukan waktu sekitar 3-6 bulan untuk berkembang, yang meliputi:

  • Warna merah atau ungu atau ruam menyebar di sepertiga payudara
  • Pitting, penebalan, atau cekungan kulit pada payudara, sehingga terlihat seperti kulit jeruk
  • Puting terbenam atau puting tampak masuk ke dalam atau tertarik ke dalam (inverted nipple)
  • Nyeri, bengkak, gatal, terbakar, atau nyeri tekan
  • Sensasi hangat atau berat di dalam payudara
  • Peningkatan ukuran pada satu payudara saja
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di dekat tulang selangka atau di bawah lengan
3. Bagaimana cara dokter mendiagnosisnya?

Di lansir Mayo Clinic, tes dan prosedur yang di gunakan dokter untuk mendiagnosis kanker payudara inflamasi meliputi:

Pemeriksaan fisik: dokter akan memeriksa payudara pasien untuk mencari kemerahan dan tanda-tanda lain dari kanker payudara inflamasi

Tes pencitraan: dokter kemungkinan akan merekomendasikan rontgen payudara (mamografi) atau USG payudara untuk mencari tanda-tanda kanker di payudara pasien, seperti penebalan kulit. Tes pencitraan tambahan, seperti MRI, mungkin di rekomendasikan dalam situasi tertentu

Mengambil sampel jaringan untuk pengujian: biopsi merupakan prosedur pengambilan sampel jaringan payudara yang mencurigakan untuk pengujian. Jarinigan di analisis di laboratorium untuk mencari tanda-tanda kanker. Selain itu, biopsi kulit juga bisa membantu dan ini bisa di lakukan bersamaan dengan biopsi payudara