Inilah Fakta Patah Tulang Greenstick yang bisa Terjadi pada Bayi dan Anak

Inilah Fakta Patah Tulang Greenstick yang bisa Terjadi pada Bayi dan Anak

Inilah Fakta Patah Tulang Greenstick yang bisa Terjadi pada Bayi dan Anak

Fraktur greenstick atau greenstick fracture adalah jenis fraktur atau patah tulang yang memicu tulang menekuk dan retak, namun tidak retak sepenuhnya. Di lansir dari laman stgeorgesyria.org, keretakan cuma berlangsung pada satu segi tulang saja, tidak memengaruhi total tulang ataupun memicu potongan-potongan terpisah.

Di kutip dari laman idn poker android, istilah “greenstick” sendiri bermakna ranting pohon yang masih muda, yang mana fraktur ini keluar mirip waktu anda coba mematahkannya ranting tersebut menekuk dan retak pada satu segi namun tidak patah seluruhnya. Oleh sebab itu, fraktur greenstick di kelompokkan dalam patah tulang tidak lengkap (incomplete fracture) atau fraktur parsial.

Patah tulang greenstick bisa di alami bayi, anak-anak, maupun orang dewasa. Paling sering memengaruhi umur di bawah 10 tahun, di karenakan tulang anak-anak lebih lunak dan fleksibel daripada orang dewasa.

1. Tanda dan gejala patah tulang greenstick

Patah tulang greenstick di tandai bersama dengan lekukan yang terlihat pada tulang dan memicu patah pada sisi berlawanan. Oleh sebab itu, tanda dan gejalanya bervariasi berdasarkan tingkat keparahan. Ini kemungkinan termasuk:

  • Fraktur ringan yang biasanya di salah artikan sebagai keseleo atau memar
  • Kondisi lebih gawat mampu memicu deformitas (perubahan susunan dan bentuk), di sertasi rasa sakit dan pembengkakan yang signifikan
  • Rasa sakit mampu sangat sangat intens
  • Mengurangi pergerakan (mobilitas) pada area yang terkena
  • Fraktur greenstick mampu berjalan pada wajah, dada, hidung, dan hampir tiap tiap tulang di tubuh. Paling kerap berjalan pada tulang panjang, termasuk tulang kering, tulang betis, tulang lengan atas, tulang hasta (ulna), dan tulang radius.
2. Penyebab fraktur greenstick

Di lansir Cleveland Clinic, patah tulang greenstick terjadi akibat pembengkokan tulang. Oleh sebab itu, kekuatan apa pun yang dapat membengkokkan tulang tanpa mematahkannya dapat menyebabkan fraktur greenstick.

Fraktur ini paling sering terjadi akibat jatuh, terutama jatuh dengan lengan terentang. Meski begitu, fraktur juga bisa di sebabkan oleh trauma lain, misalnya kecelakaan kendaraan bermotor, cedera olahraga, atau trauma setelah mendapat pukulan.

Tak hanya trauma fisik, kekurangan nutrisi, terutama vitamin D, juga dapat meningkatkan risiko patah tulang greenstick setelah mengalami trauma.

3. Diagnosis patah tulang greenstick

Oleh sebab itu, untuk memastikan diagnosis fraktur greenstick, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Termasuk:

  • Pemeriksaan fisik: untuk memeriksa area yang terkena seperti adanya nyeri tekan, pembengkakan, kelainan bentuk, mati rasa, atau luka terbuka
  • Pemeriksaan riwayat cedera
  • Memeriksa kerusakan saraf yang terkadang menyertai cedera tulang. Dokter mungkin meminta penderita menggerakkan area yang terkena dengan pola atau gerakan tertentu
  • Pemeriksaan sinar-X untuk mengonfirmasi temuan adanya fraktur greenstick