Info Mengenai Cedera Hamstring yang Sering Terjadi pada Olahragawan

Info Mengenai Cedera Hamstring yang Sering Terjadi pada Olahragawan

Info Mengenai Cedera Hamstring yang Sering Terjadi pada Olahragawan

Cedera hamstring adalah cedera yang terjadi pada bagian otot belakang paha. Kondisi ini dapat sebabkan otot paha merasakan sensasi tertarik yang menyebabkan rasa sakit akibat adanya robekan.

Di lansir dari laman stgeorgesyria.org, cedera ini bisa di alami oleh siapa saja, tetapi olahragawan layaknya pemain sepak bola, pemain basket, dan pelari profesional lebih rentan mengalaminya.

Di kutip dari laman idn play android, pemain sepak bola kelas dunia layaknya Ousmane Dembélé hingga Kevin De Bruyne pun di laporkan dulu mengalami cedera ini, yang sebabkan mereka kudu absen beberapa pas dalam pertandingan.

Apa penyebab, gejala, dan bagaimana penyembuhan cedera hamstring? Simak informasinya tersebut ini, ya!

1. Kategori cedera hamstring berdasarkan tingkat keparahan serta gejalanya

Di lansir Healthline, cedera hamstring di bagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:

Tingkat 1: pada tingkat ini, otot hamstring tidak sampai mengalami robekan, sehingga di sebut cedera hamstring ringan. Pada kondisi ini, otot merasakan tarikan berlebihan tetapi tidak sampai robek

Tingkat 2: terjadi robekan parsial atau robek sebagian pada otot hamstring. Pada tingkat ini, kaki menjadi lemah dan kemungkinan agak lemas

Tingkat 3: merupakan kondisi paling parah, yakni ketika otot hamstring mengalami robekan yang cukup besar atau robek sepenuhnya. Karena ada robekan yang besar, bagian belakang paha akan terasa sangat sakit bahkan sampai tidak bisa di gerakkan

Menurut info berasal dari National Health Service, terhadap tingkat ringan (tingkat 1), kebanyakan dapat membawa dampak rasa sakit dan nyeri yang tiba-tiba di anggota belakang paha. Mungkin dapat menjadi sakit pas menjalankan kaki, tapi kemampuan otot semestinya tidak terpengaruh.

Pada robekan hamstring parsial (tingkat 2), kebanyakan ini lebih menyakitkan dan terdapat nyeri tekan. Selain itu, kemungkinan mampu terjadi pembengkakan dan memar di anggota belakang paha. Penderitanya pun kemungkinan dapat sedikit kehilangan kemampuan di kaki.

Robekan hamstring yang kritis (tingkat 3) kebanyakan dapat terlalu menyakitkan, ada nyeri tekan, bengkak, dan memar. Mungkin ada sensasi “popping” atau nampak nada robekan pas cedera terjadi dan penderitanya tidak mampu menjalankan kaki yang terdampak.

2. Penyebab dan faktor risiko cedera hamstring

Cedera hamstring dapat terjadi jika salah satu tendon atau otot meregang melebihi batasnya. Ini sering terjadi saat melakukan gerakan kuat dan tiba-tiba, seperti lari, menerjang, atau melompat.

Meski begitu, cedera ini juga bisa terjadi secara bertahap atau selama gerakan lebih lambat yang meregangkan hamstring.

Cedera berulang sering terjadi pada atlet dan olahragawan, karena kemungkinan besar seseorang lebih berisiko terkena cedera hamstring bila cedera tersebut pernah di alami sebelumnya.

Menurut keterangan dari American Academy of Orthopaedic Surgeons, faktor risiko terjadinya cedera otot hamstring adalah:

Ketegangan otot: setelah melakukan aktivitas fisik yang berat, otot tubuh akan mengalami tegang, yang mana harus segera di istirahatkan dan di lakukan peregangan. Otot yang mengalami kelelahan akan lebih mungkin untuk terluka

Ketidakseimbangan otot: ketidakseimbangan terjadi apabila ada dua kelompok otot yang bekerja secara berlawanan dengan kekuatan yang berbeda. Otot paha bagian depan biasanya lebih kuat di banding otot belakang paha, salah satunya otot hamstring. Mekanisme kerja kedua otot tersebut berlawanan, sehingga otot hamstring menjadi lebih cepat lelah daripada otot bagian depan paha dan rentan mengalami cedera karena mengimbangi kemampuan kerja otot paha depan

Kelelahan otot: kelelahan mengurangi kemampuan menyerap energi otot, membuatnya lebih rentan terhadap cedera

3. Diagnosis cedera hamstring

Cedera hamstring harus di tangani oleh ahli medis seperti fisioterapis dan/atau dokter. Untuk membantu menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan seperti MRI, USG, dan sinar-X.

Pemeriksaan lebih lanjut di perlukan untuk mengetahui tingkat keparahan cedera serta untuk menentukan tindakan medis yang paling sesuai untuk pasien.

4. Pengobatan cedera hamstring

Metode RICE adalah pertolongan pertama untuk sebagian besar cedera olahraga. Untuk keparahan cedera hamstring tingkat 2, ini adalah bentuk perawatan utamanya. Caranya adalah:

Rest atau istirahat: setelah lelah bekerja, otot dan juga tubuh perlu di istirahatkan untuk proses pemulihan

Ice atau es: untuk meredakan pembengkakan dan rasa sakit, kompres dengan es atu yang di bungkus handuk atau ice pack dan letakkan di bagian belakang paha selama 20 menit. Ulangi beberapa kali dalam sehari

Compression atau penekanan: penekanan pada area yang cedera akan mengurangi pembengkakan. Ini bisa di lakukan dengan membalut paha dengan perban elastis

Elevation atau elevasi: menempatkan bagian yang cedera dengan posisi yang lebih tinggi dari jantung saat beristirahat akan mengurangi risiko perdarahan berlanjut. Kadang di perlukan imobilisasi untuk menjaga kaki dalam posisi netral untuk membantu penyembuhan
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs) seperti ibuprofen atau naproxen bisa membantu meredakan nyeri dan pembengkakan. Meski demikian, obat ini mungkin punya efek samping, seperti meningkatnya risiko perdarahan dan nyeri lambung. Obat-obatan ini tidak di anjurkan untuk di konsumsi jangka panjang, kecuali ada indikasi dari dokter.

Lakukan latihan peregangan dan penguatan jika dokter atau terapis fisik merekomendasikannya. Memperkuat paha belakang adalah salah satu cara untuk melindungi dari ketegangan hamstring.

Dalam kasus yang parah, pasien mungkin membutuhkan operasi. Ahli bedah akan memperbaiki otot-otot dan memasangnya kembali.