5 Ciri Kamu Ada di Pernikahan yang Bikin Frustrasi, Dia Terlalu Ngatur

5 Ciri Kamu Ada di Pernikahan yang Bikin Frustrasi, Dia Terlalu Ngatur

5 Ciri Kamu Ada di Pernikahan yang Bikin Frustrasi, Dia Terlalu Ngatur

Meskipun kita sudah tahu bahwa pernikahan tak bisa lepas dari masa sulit. Tapi jika masalah yang datang tersebut terus menerus mendera, tanpa di sertai dengan penyelesaiannya, hal ini malah bisa bikin kita jadi frustrasi. Efeknya terhadap diri kita maupun pasangan salah satunya, kesehatan mental jadi terganggu. Padahal sejatinya, sebuah pernikahan yang sehat harusnya bisa membuat diri kita merasa makin bahagia dan bisa jadi pribadi yang semakin bertumbuh karenanya.

Lalu bagaimana cara untuk mengecek apakah kita sudah terjebak dalam sebuah pernikahan sumber frustrasi atau tidak? Di lansir dari laman stgeorgesyria.org, yuk kenali tanda-tanda berikut ini!

1. Pasangan yang terlalu mengontrol

Di kutip dari laman Poker Deposit 10000, sangat lumrah jika terjadi perbedaan antara kita dan pasangan. Yang jadi masalah adalah, kalau pasangan menuntut kita untuk melakukan semua hal sesuai dengan kemauan dan apa yang ia inginkan dan ia anggap benar. Hal inilah, yang bisa membuat hubungan kita dan pasangan jadi tegang.

Pasangan yang terlalu mengontrol segala sesuatu yang kita lakukan, tanpa sadar atau secara tidak langsung akan mengikis rasa percaya diri kita secara pelan-pelan. Dan akhirnya kita jadi mempertanyakan cara pandang serta nilai dari diri kita sendiri. Padahal, sebuah pernikahan yang sehat harusnya bisa saling menyeimbangkan satu sama lain, bukan hanya di dominasi oleh satu pihak saja.

2. Pasangan selalu memberi kritikan yang tak membangun

Memang, pasangan yang baik gak akan membiarkan kamu terus-menerus berkubang dalam kesalahan. Ia akan berusaha menegur dan menasihati, supaya kamu bisa mengambil keputusan yang lebih baik dan tak lagi melakukan kesalahan yang sama.

Tapi yang mesti di garisbawahi, pasangan yang baik tak mengkritik sembarangan. Ia akan berusaha menyampaikannya tanpa membuat kamu tersinggung. Bukan malah mengejek atau menghakimi, yang malah menjatuhkan harga diri. Itu bukanlah kritikan yang membangun!

3. Setiap kali beradu argumen, pasanganmu yang harus selalu menang

Bagaimana bisa tenang dalam berumah tangga, jika setiap kali ada selisih paham, selalu pasanganmu yang harus menang. Padahal yang terjadi, justru sumber masalah di timbulkan olehnya.

Sikap pasangan yang seperti ini, bisa memicu dirimu melakukan hal-hal keliru sebagai pelampiasan frustrasi. Mendiamkan dan masa bodo dengan pasangan sehingga tak peduli lagi dengan apa pun yang di lakukannya. Yang paling ekstrem adalah ia membuatmu jadi tergoda untuk selingkuh sebagai pembuktian bahwa kamu pun mempunyai kuasa.

4. Dia membuatmu merasa bersalah setiap kali beraktivitas tanpa bersamanya

Ciri lain kalau kamu sudah terjebak dalam pernikahan yang tak sehat dan bikin frustrasi, adalah setiap kali kamu melakukan aktivitas sosial tanpa bersamanya, misalnya jalan-jalan bersama teman, dia membuatmu jadi merasa bersalah.

Hal itu di sebabkan saat kamu keluar untuk sekadar me time, pasanganmu menyangkut-pautkan hal tersebut dengan tanggung jawab sebagai orangtua atau pasangan. Seolah-olah kamu telah menelantarkan mereka.

5. Kurangnya perhatian dari pasangan

Ada sebagian orang yang karakternya memang cuek. Tapi, kelewat cuek, bisa jadi tanda kalau pasanganmu tak menjadikan pernikahan sebagai prioritas.

Tiap hari selalu lembur, kalau pun pulang, langsung tidur karena lelah. Tiap akhir pekan, sering di pakai untuk urusan kerja. Sekalinya ada waktu luang, malah di gunakan untuk pergi bersama teman-temannya. Ketika kamu berterus terang tentang sikapnya yang minim perhatian, di bilangnya kamu lebay.

Ada banyak kerugian ketika kamu berada dalam pernikahan yang tak sehat dan jadi sumber stres dan frustrasi. Gak hanya berpengaruh pada kesehatan mental, yakni menurunkan rasa percaya diri, atau merasa tak layak di cintai. Hal itu akan berpengaruh pula pada kesehatan fisik. Kamu jadi sering sakit akibat kondisi imun lemah sebagai dampak tubuh yang selalu berada dalam kondisi tegang.